Selasa, 22 Januari 2013

SEORANG ANAK MEMBANGKANG PERINTAH AYAHNYA

Ketika Rasulullah S.A.W memanggil kaum Muslimin yang mampu berperang untuk terjun ke gelanggang perang Badar, terjadi dialog menarik antara Saad bin Khaitsamah dgn ayahnya.

"Wahai anakku, aku akan keluar untuk berperang dn kau tinggal di rumah menjaga wanita dn anak2."
"Wahai ayahku, demi Allah janganlah berbuat seperti itu, krn keinginanku utk memerangi mrka lebih besar drpd keinginanmu. Engkau tlah berkepentingan utk tinggal di rumah,mk izinkanlah aku keluar wahai ayahku."

ayahnya mrah dan berkata kpd anaknya, "Kau membangkang dan tdk mentaati perintahku."
Saad menjawab, "Allah mewajibkan aku berjihad dan Rasulullah memanggilku utk berangkat berperang. Sedangkan engkau meminta sesuatu yang lain padaku, sehingga bagaimana engkau rela melihat aku taat padamu ttp aku menentang Allah dn Rasulullah."
Mk ayahnya berkata, "Wahai anakku, apabila ada antara kita harus ada yg berangkat,mk dahulukan aku utk berangkat."
Saad menjawab, " Demi Allah wahai ayahku, kalau bukan masalah syurga, maka aku akan mendahulukanmu. "
maka dilakukanlah undian,dan Hasil undian menunjukkan bahwa Saadlah yang harus turun ke medan perang.Dia pun turun ke medan Badar dn mati syahid.
Setelah itu Khaitsamah berangkat menuju medan pertempuran. Ttp Rasulullah tdk mengizinkannya. Hanya saja Rasulullah akhirnya mengizinkannya stlah Khaitsamah berkata sambil menangis, " Wahai Rasulullah, aku sekali terjun dalam perang Badar. Lantaran inginnya aku harus mengadakan undian dgn anakku. Tetapi itu dimenangkannya sehingga dia yang mendapat mati syahid. Kemarin aku bermimpi di mana di dalamnya anakku itu berkata"Engkau harus menemani kami di syurga,dan aku telah menerima janji Allah. Wahai Rasulullah, demi Allah aku rindu untuk menemaninya di syurga. Usiaku telah Usiaku telah lanjut dan aku ingin berjumpa dengan Tuhanku."
Setelah diizinkan Rasulullah,ayah Khaitsamah bertempur hingga mati syahid dan menemani anaknya di surga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar